simakrama

SIMAKRAMA MENUJU PEMBENTUKAN PENGURUS PRAJANITI CABANG KOTA BOGOR

Bogor, 25 Januari 2026. Menggali potensi peningkatan ekonomi, sosial, dan pendidikan umat, dengan tetap menjaga kolaborasi dan koordinasi, serta menghindari adanya tumpang tindih maupun gesekan antar organisasi keumatan.

Dalam kunjungannya ke Banjar Suka Duka Hindu Dharma (SDHD) Kota Bogor untuk menyerahkan beasiswa kepada 12 orang siswa Pasraman Giri Kusuma Kota Bogor, rombongan perwakilan DPD Prajaniti Hindu Provinsi Jawa Barat dan DPC Kota bandung, yang dipimpin oleh Ketua DPD Prajaniti Hindu Provinsi Jabar, Bapak I Ketut Wiguna, S.T., melalui kerjasama dengan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Bogor, hari Minggu tanggal 25 Januari 2026 melakukan simakrama dengan perwakilan dari pengurus organisasi keumatan di Banjar SDHD Bogor yaitu antara lain PHDI Kota Bogor, Banjar SDHD Bogor, WHDI Kota Bogor, PSN Korda Kota Bogor, Tempek yang ada di Banjar SDHD Bogor, RBKS Kota Bogor, Koperasi [Semasta Jagadhita Bogor], 3 Pasraman di Banjar SDHD Bogor, Yayasan Dharma Shanti Kota Bogor, Pengempon Pura Giri Kusuma Bogor, serta sesepuh umat Banjar SDHD Bogor. KMHDI dalam acara simakrama tersebut tidak dapat mengirimkan wakilnya karena sedang ada kegiatan lain.

Bapak Ketut Wiguna pada simakrama yang dilaksanakan di madya mandala Pura Giri Kusuma Kota Bogor tersebut, menjelaskan kepada perwakilan umat tentang latar belakang, pendirian, dan tupoksi dari Prajaniti. Sebagian besar umat yang hadir, sebelumnya tidak paham dengan apa itu Prajaniti. Penjelasan dari Ketua DPD tersebut, bukan hanya menerbitkan harapan bagi umat yang mewakili warga Banjar Bogor karena masih banyak bantuan yang diperlukan untuk mendukung aktivitas pembangunan prasarana fisik utama maupun pembangunan ekonomi serta peningkatan pendidikan umat warga Banjar Bogor mengingat sebagian besar pendanaan semua kegiatan tersebut berasal dari warga sendiri, tetapi juga menimbulkan pertanyaan yang bersifat lebih teknis mengingat hampir semua tupoksi dari Prajaniti yang dijelaskan oleh Ketua DPD tersebut sudah dilakukan di Banjar Bogor melalui salah satu atau kolaborasi dari beberapa organisasi keumatan di Banjar Bogor di bawah koordinasi PHDI Kota Bogor dan Banjar Bogor.

Ketua DPD, Bapak Ketut Wiguna, menjelaskan bahwa kehadiran Prajaniti, sebagai salah satu organisasi keumatan Hindu yang berskala nasional yang diberi amanat dalam Grand Design Hindu di Indonesia yang ditetapkan pada Mahasabha PHDI Pusat yang ke-X, tidak untuk menimbulkan friksi dengan organisasi keumatan lainnya, baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk di kemudian hari. Sebaliknya, Prajaniti akan memberi penguatan pada kegiatan-kegiatan yang sudah terlaksana secara rutin, baik berupa bantuan pendanaan melalui jaringan yang dimiliki oleh Prajaniti baik di tingkat Kota/Kabupaten, Provinsi maupun Nasional, baik ke pihak perorangan maupun institusi swasta dan Pemerintah, maupun berupa mengkoordinasikan kegiatan tersebut sehingga kapasitas organisasi keumatan yang lain menjadi meningkat untuk melaksanakan program yang lain. Di samping itu, Prajaniti juga hadir untuk mengisi celah-celah atau ruang-ruang yang sampai saat ini belum diakses atau sulit untuk dirangkul untuk kepentingan umat setempat (fill the gap). Melalui Prajaniti, manfaat ekonomi (salah satunya melalui dukungan dan pembibitan usaha) yang bisa diberikan kepada generasi muda Hindu (KMHDI) diharapkan akan dapat merangkul generasi penerus Hindu dan menyambung komunikasi yang tampak berjarak saat ini, antara generasi yang sekarang dengan generasi penerus.

Ketua PHDI Kota Bogor maupun Ketua Banjar SDHD Bogor sepakat dengan penjelasan Ketua DPD Prajaniti Provinsi Jawa Barat tersebut, di mana Ketua PHDI Kota Bogor memberi arahan kepada perwakilan umat yang hadir, bahwa mempertimbangkan potensi-potensi yang umat bisa dapatkan dari kehadiran Prajaniti, sebaiknya DPC Prajaniti Kota Bogor dibentuk saja. Namun demikian, tidaklah adil kalau kemudian kita berharap DPC nanti langsung dapat memberikan kinerja yang diharapkan karena akan ada proses pengarahan lebih lanjut dari DPD Provinsi maupun penyelarasan program dengan organisasi keumatan lainnya, setelah DPC terbentuk. “Kita harus melangkah, diawali dengan membentuk DPC. Setelah itu, kita sama-sama selalu tingkatkan sambil berjalannya waktu”, tambah Ketua PHDI Kota Bogor. Nanti, setelah Prajaniti secara bertahap dapat menunjukkan kinerja dan manfaatnya kepada umat, tidak bisa dipungkiri umat akan semakin percaya dan mendukung Prajaniti. Salah satu yang sudah bergulir yaitu pemberian beasiswa kepada 12 siswa Pasraman Giri Kusuma, akan tetap dilanjutkan dan semoga dua pasaraman lainnya segera juga memperoleh bantuan, baik untuk para siswa maupun para guru pasraman.

Pada akhir simakrama tersebut, dengan antusias yang tinggi untuk membentuk DPC Kota Bogor, umat yang hadir mewakili warga Banjar Bogor sepakat menunjuk calon kuat ketua DPC Prajaniti Kota Bogor, untuk selanjutnya dibentuk kepengurusan yang lengkap DPC Kota Bogor.

Scroll to Top